Semua Berita
Berita14 Juni 2026

Ngaji Rebo Annur Alfalah, Majelis Ilmu yang Menjadi Ruang Belajar dan Silaturahmi Masyarakat

Ngaji Rebo Annur Alfalah, Majelis Ilmu yang Menjadi Ruang Belajar dan Silaturahmi Masyarakat

Di tengah berbagai kesibukan aktivitas sehari-hari, masyarakat masih memiliki kerinduan untuk berkumpul dalam majelis ilmu yang menenangkan hati dan menambah wawasan keagamaan. Kerinduan itulah yang setiap pekan terjawab melalui kegiatan **"Ngaji Rebo"** yang diselenggarakan oleh **Pondok Pesantren Annur Alfalah**.

Kegiatan rutin ini dilaksanakan setiap **Rabu malam Kamis** setelah salat Isya, mulai pukul **20.00 hingga 21.00 WIB**, bertempat di kompleks Pondok Pesantren Annur Alfalah. Sejak beberapa waktu terakhir, pengajian ini menjadi salah satu agenda keagamaan yang istiqamah dilaksanakan dan mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar.

Berbeda dengan pengajian yang hanya diikuti oleh kalangan tertentu, Ngaji Rebo terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari para santri, tokoh masyarakat, pemuda, hingga jamaah dari berbagai desa hadir untuk bersama-sama menimba ilmu agama dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan **Surat Al-Waqi'ah** secara berjamaah. Lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang menggema di ruang pengajian menciptakan suasana khusyuk dan menenangkan. Tradisi membaca Surat Al-Waqi'ah ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian Ngaji Rebo sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus membiasakan jamaah untuk senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Setelah pembacaan Surat Al-Waqi'ah, acara dilanjutkan dengan kajian **Kitab Nashoihud Diniyah**, sebuah kitab yang berisi nasihat-nasihat keagamaan, tuntunan akhlak, serta bimbingan dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

Pengajian kitab ini diasuh langsung oleh **Gus Yazid Mudhofar**, Pengasuh Pondok Pesantren Annur Alfalah. Dengan gaya penyampaian yang sederhana, lugas, dan mudah dipahami, materi yang terdapat dalam kitab dapat diterima oleh berbagai kalangan jamaah, termasuk masyarakat umum yang belum terbiasa mengikuti kajian kitab pesantren.

Dalam setiap pertemuan, pembahasan tidak hanya berfokus pada isi teks kitab semata, tetapi juga dikaitkan dengan berbagai persoalan kehidupan sehari-hari. Karena itu, jamaah tidak hanya memperoleh tambahan ilmu agama, tetapi juga mendapatkan bimbingan praktis tentang bagaimana menerapkan nilai-nilai Islam dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun aktivitas pekerjaan.

Suasana pengajian yang santai namun tetap ilmiah menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Tidak sedikit jamaah yang mengaku merasa lebih dekat dengan ilmu agama karena materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami tanpa mengurangi kedalaman maknanya.

Selain kegiatan rutin setiap Rabu malam Kamis, terdapat agenda khusus yang selalu dinantikan jamaah, yaitu **pembacaan Sholawat Burdah pada setiap malam Rebo Kliwon**.

Pada momentum tersebut, jamaah bersama-sama melantunkan bait-bait **Qasidah Burdah**, karya monumental Imam Al-Bushiri yang berisi pujian dan ungkapan cinta kepada Rasulullah ﷺ. Lantunan sholawat yang dikumandangkan secara berjamaah menghadirkan suasana spiritual yang khidmat sekaligus menjadi sarana mempererat ukhuwah antarjamaah.

Kehadiran pembacaan Burdah di malam Rebo Kliwon juga menjadi bentuk upaya menjaga tradisi keilmuan dan amaliyah para ulama Ahlussunnah wal Jamaah yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagi Pondok Pesantren Annur Alfalah, Ngaji Rebo bukan sekadar kegiatan rutin mingguan. Lebih dari itu, majelis ini menjadi wadah pembinaan umat, tempat bertemunya ilmu dan silaturahmi, sekaligus sarana menumbuhkan kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah ﷺ.

Melalui kegiatan yang sederhana namun penuh manfaat ini, Pondok Pesantren Annur Alfalah berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan keberkahan majelis ilmu. Sebab sebagaimana pesan para ulama, ilmu yang dipelajari dalam majelis yang penuh keikhlasan bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi cahaya yang menerangi perjalanan hidup seorang hamba.

Setiap Rabu malam Kamis, pintu majelis ini terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar, memperbaiki diri, dan mengisi malam dengan kegiatan yang bermanfaat. Karena terkadang, perubahan besar dalam kehidupan berawal dari satu langkah sederhana menuju majelis ilmu.